Laba HMSP tahun 2021 turun 16,82% YoY
HM Sampoerna (HMSP) hingga akhir 2021 mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 6,9% YoY menjadi Rp98,874 triliun yang ditopang pertumbuhan penjualan kretetk mesin sebesar 6,5% menjadi Rp65,243 triliun, penjualan kretek tangan yang tumbuh 6,5% menjadi Rp22,879 triliun, penjualan rokok putih mesin tumbuh 5,6% menjadi Rp9,424 triliun dan penjualan rokok putih tangan naik 3300% menjadi Rp544,89 miliar. Di sisi lain laba bersih HMSP tahun 2021 tercatat sebesar Rp7,137 triliun atau turun 16,82% dibandingkan tahun 2020 yang mencatatkan laba sebesar Rp8,581 triliun. Penurunan laba tersebut seiring beban pokok penjualan naik 11,27% menjadi Rp81,955 triliun yang dipicu kenaikan 9,9% pita cukai menjadi Rp57,362 triliun. Selain itu, persediaan barang jadi dan barang dagangan awal naik 72,2% menjadi Rp6,278 triliun serta pembelian barang dagangan naik 9,6% menjadi Rp9,793 triliun. Sehingga laba kotor tercatat Rp16,919 triliun, atau turun 9,6% dibandingkan tahun 2020 yang terbilang Rp18,771 triliun. Pada sisi total aset HMSP 2021 tercatat tumbuh 6,8% menjadi Rp53,09 triliun. Hal ini dipicu utang cukai yang naik 55,7% menjadi Rp14,835 triliun.