BBTN targetkan 40% pasar KPR non subsidi, targetkan pertumbuhan KPR 33% pada 2017
Bank Tabungan Negara (BBTN) menargetkan penguasaan pasar kredit pemilikan rumah (KPR) non subsidi hingga 40% pada 2019. Di sisi lain, perseroan mengincar transaksi Rp 5 triliun dalam Indonesia Property Expo 2017. Bank Tabungan Negara (BBTN) membidik penyaluran KPR baru naik sekitar 33% pada 2017. Per Desember 2016, perseroan telah merealisasikan kredit baru senilai Rp 31,86 triliun atau naik 21,75% YoY. Pemerintah pun tahun ini menganggarkan anggaran untuk membiayai perumahan yang lebih tinggi dari tahun lalu. Pada 2017, pemerintah mengalokasikan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) senilai Rp 9,7 triliun, subsidi selisih bunga (SSB) sekitar Rp 3,7 triliun, dan bantuan uang muka sebesar Rp 2,2 triliun. Nilai tersebut melebihi anggaran FLPP 2016 senilai Rp 9,22 triliun dan SSB sebesar Rp 2,2 triliun.