Danareksa (OD) Recommend BUY BWPT (Initiate coverage) - TP 850
Danareksa (OD) menyukai perseroan karena profil penguatan pertumbuhan didukung perubahan struktur menjadi perkebunan dengan usia prima dan tanaman baru hampir mencapai 22,600 ha pada 2 tahun ke depan. Margin BW merupakan yang tertinggi pada industri perkebunan dan akan tetap seperti itu mengingat rendahnya proporsi plasma selain metode panen yang efisien. Saat ini BW merupakan pilihan utama di sektor ini, menawarkan potensi upside sebesar 52%. r OD memperkirakan penguatan produksi TBS sebesar 16% pada 2 tahun ke depan, jauh lebih besar dari usaha sejenis sebesar 7% berkat usia perkebunan yang muda. Hasil TBS akan mencapai 28 ton/m² tahun ini sebelum berkurang pada 2011 karena area baru lain mulai menghasilkan. r BW menargetkan penanaman seluas 22,600 ha dalam 2 tahun ke depan, YU meyakini hal ini merupakan target yang dapat dicapai, mengingat pasca IPO BW menambahkan area yang ditanam seluas 9,016 ha dalam jangka waktu hanya 5 bulan. Dengan demikian total area yang ditanam mencapai 41,450 ha. Hal ini membantu mempertahankan OER (oil extraction rate) sebesar 23% dan FFA (free fatty acids) 3%, menghasilkan 16% CAGR produksi CPO pada 2 tahun ke depan menurut perkiraan OD. Margin EBITDA BW pada FY09 kemungkinan mencapai 52% sejauh ini tertinggi pada sektor perkebunan. Margin EBITDA mencapai titik tertinggi sebesar 55% pada 3 tahun terakhir atau lebih tinggi dari rata – rata usaha sejenis sebesar 32% dan hal ini akan terus berlanjut dengan biaya efisiensi terus menjadi fokus jangka panjang. Analisa sensitivitas OD menunjukkan bahwa setiap ton CPO yang diproduksi, margin kotor BW mengalami kenaikan 5% untuk nukleus dibandingkan bagi plasma, jika semua faktor tetap sama/ceteris paribus. r Perseroan memiliki hutang yang besar pasca IPO, sebagian besar digunakan untuk tujuan ekspansi. Namun kini hal tersebut sudah berbeda karena perseroan mengumpulkan dana sebesar Rp 450 milyar melalui IPO. Sejauh ini sekitar 4% telah digunakan untuk modal kerja, dengan sebesar Rp 125 milyar digunakan untuk kepentingan ekspansi. OD memperkirakan dibutuhkan setidaknya sekitar Rp 918 milyar bagi perseroan untuk menanam dilahan seluas 22,600ha dalam 2 tahun ke depan (dengan asumsi Rp 35 juta/ha biaya penanaman dan sekitar Rp 1.5 juta per 10 ton untuk kapasitas tambahan per hour mill). Kinerja neraca saat ini lebih kuat dengan rasio DER kemungkinan mengalami perbaikan menjadi 34% pada YE10. DER BW mengalami kenaikan menjadi 181% pada 2008 dari 69% pada 2005, dan semakin membaik sebagian besar karena kenaikan harga CPO mengubah hutang/EBITDA menjadi 1.8x dari 3.4x. pada 2005. Untuk seterusnya OD memperkirakan debt/EBITDA akan mengalami penurunan lebih jauh sebesar 0.9x pada YE10.