Kembali
INTP - Indocement Tunggal Prakarsa

INTP targetkan pabrik baru di Citeureup selesai pada tahun 2015

Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) memperkirakan kapasitas produksi pabrik semen baru yang akan dibangun di Kabupaten Pati, Jawa Tengah mencapai 2,5 juta ton per tahun. Namun rencana pembangunan pabrik semen baru Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, terhambat masalah pembuatan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Akibatnya nilai investasi pembangunan pabrik tersebut ditaksir naik menjadi sekitar Rp 7 triliun dari perkiraan awal Rp 4 triliun. Proses amdal yang telah dilakukan 3 tahun terakhir masih terkendala beberapa faktor, sehingga pembangunan pabrik terbengkalai. Perseroan berharap dalam waktu dekat bisa menuntaskan proses amdal yang akan ditempuh melalui uji publik yang melibatkan masyarakat sekitar Pati. r Indocement Tunggal Prakasa (INTP) menargetkan pembangunan pabrik baru di Citeureup, Bor, Jawa Barat, selesai pada tahun 2015. Pabrik di Citeureup memiliki kapasitas produksi 1,9 juta ton per tahun. Dengan adanya pabrik tersebut, maka produksi semen perseroan akan meningkat menjadi 20,5 juta ton per tahun dari saat ini 18,6 juta ton per tahun. Pabrik baru di Citeureup membuat semen cokelat P-14 sebanyak 4,4 juta ton per tahun. Pembangunan pabrik ini diperkirakan menelan dana investasi sebesar Rp 6,5 triliun. Ekspansi usaha ini dilakukan agar produksi semen perseroan dapat meningkat dan merupakan antisipasi perseroan terkait maraknya proyek infrastruktur yang akan meningkatkan permintaan semen dalam negeri. r Indocement Tunggal Prakarsa (INTP) menggandeng Tianjin Cement Industry Design & Research Institute Co. Ltd. (TCDRI) China untuk mendukung mesin produksi di Citeurep Jawa Barat. Perseroan menargetkan produksi semen 4,4 juta ton. Namun progres penyediaan alat mesin produksi semen masih berada di bawah harapan, yaitu di bawah 20% progres alat mesin produksi semennya.

Related Research

Cement & Manufacturing
INTP - Expecting improvement from recovery year
Devi Harjoto, Budi Rustanto 11 Mei 2022 Lihat Detail
Cement & Manufacturing
INTP - Waiting for momentum to bounce back
Devi Harjoto, Budi Rustanto 22 Agustus 2022 Lihat Detail