PGAS - Pulihnya permintaan & tingginya harga minyak dukung performa 2022
Penjualan migas topang kenaikan pendapatan 1Q22
Kenaikan pendapatan dukung pertumbuhan laba bersih 1Q22
Rekomendasi BUY dengan target harga Rp1.950/saham, didukung oleh ekspektasi pulihnyapermintaan dan tingginya harga komoditas
Pendapatan meningkat 14,2% YoY pada 1Q22 Pendapatan PGAS meningkat sebesar 14,2% YoY menjadi US$837 juta pada tiga bulan pertama tahun2022 yang terutama ditopang oleh kenaikan penjualan minyak dan gas serta segmen distribusi. Pendapatan segmen minyak dan gas meningkat sebesar 146,8% YoY menjadi US$116 juta pada 1Q22seiring kenaikan ICP dan pertumbuhan volume penjualan sebesar 54,3% YoY menjadi 25.557 BOEPD. Pendapatan segmen distribusi meningkat sebesar 2,2% YoY menjadi US$610 juta pada 1Q22 yangditopang oleh kenaikan ASP sebesar 2,4% YoY menjadi US$7,4/mmbtu di tengah volume yang relatif flat atau hanya turun 0,1% YoY menjadi 915 BBTUD. Pendapatan segmen transmisi meningkat sebesar 4,1% YoY menjadi US$57 juta pada 1Q22 yang ditopang oleh pertumbuhan volume penjualansebesar 9,4% YoY menjadi 1.325 mmscfd sedangkan ASP mengalami penurunan sebesar 4,9% YoYmenjadi US$0,478/mmbtu. Adapun pendapatan segmen transportasi minyak dan pemrosesan gas bumi masing-masing juga meningkat 55,5% YoY dan 61,5% YoY yang didukung oleh kenaikan volumepenjualan masing-masing 162,5% YoY dan 14,9% YoY menjadi 2,1 MMBOE dan 139 TPD. PGAS bukukan laba bersih US$119 juta pada 1Q22 GPM PGAS meningkat dari 17,6% pada 1Q21 menjadi 22,2% pada 1Q22 yang disebabkan olehnaiknya spread harga sebesar 4,7% YoY menjadi US$1,9/mmbtu di tengah naiknya harga pokok gas sebesar 1,5% YoY menjadi US$5,47/mmbtu. OPM juga meningkat dari 13,1% pada 1Q21 menjadi 18,4% pada 1Q22 seiring membaiknya GPM kendati adanya kenaikan beban gaji sebesar 9,6% YoY. Sementara itu, sepanjang 1Q22, perseroan mengalami kenaikan laba selisih kurs sebesar 50,6% YoYmenjadi US$13 juta dan penurunan beban bunga sebesar 7,1% YoY menjadi US$6 juta. Untuk itu, laba bersih PGAS meningkat sebesar 92,5% YoY menjadi US$119 juta pada 1Q22 dengan margin di level 14,2% dari 8,4% pada 1Q21. Kami mempertahankan rekomendasi BUY dengan target harga Rp1.950/saham Membaiknya pandemi Covid-19 yang berdampak pada mulai pulihnya perekonomian serta kenaikanharga minyak dunia, menjadi faktor yang mendorong pencapaian positif kinerja PGAS di tiga bulanpertama tahun 2022. Membaiknya permintaan dapat menjaga realisasi pendapatan segmendistribusi sebagai kontributor utama pendapatan perseroan. Ekspansi juga terus dilaksanakan olehPGAS, tercermin alokasi belanja modal tahun 2022 sebesar US$746 juta yang salah satunya akandigunakan untuk proyek jaringan gas (jargas) mandiri. Diperkirakan, target realistis pembangunanjargas di tahun 2022 sekitar 500.000 sambungan rumah tangga (SR). Lokasinya akan menyasar wilayah-wilayah yang dekat dengan jaringan distribusi dan transmisi PGAS. Disamping itu, capex jugadialokasikan untuk mengembangkan tekonologi liquefaction guna memperoleh liquified natural gas (LNG) sendiri. Di sisi lain, PGAS menargetkan peningkatan pengelolaan niaga gas untuk sektor retail, komersial, serta sektor-sektor kelistrikan menjadi lebih dari 1.000 BBTUD, termasuk pengelolaantrading LNG internasional. Angka tersebut ditargetkan dapat bertumbuh menjadi sekitar 1.400BBTUD pada tahun 2027. Di sisi lain, kami juga melihat bahwa harga minyak diperkirakan masihberada di level tinggi sehingga akan membawa dampak positif bagi performa keuangan perseroan. Untuk itu, kami mempertahankan rekomendasi PGAS dan menaikkan target harga dari Rp1.700/saham menjadi Rp1.950/saham.
Unduh