Aneka Tambang (ANTM) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan
Aneka Tambang (ANTM) berencana menerbitkan surat utang (obligasi) berkelanjutan dengan total Rp 4 triliun. Obligasi terdiri dari 2 seri. Dana obligasi digunakan untuk pengembangan proyek baru dan pembukaan tambang. Obligasi tahap I akan ditawarkan Rp 1,5 triliun kepada publik akhir tahun 2011 dan sisanya akan ditawarkan selama-lamanya 2 tahun ke depan. Penggunaan dana obligasi pertama Rp 1,5 triliun, sekitar Rp 1,05 triliun atau 70% sebagai pengembangan usaha berupa renovasi, perbaikan dan modernisasi pabrik feronikel di Pomalaa. Dana ini juga digunakan untuk pembukaan tambang nikel di Maluku Utara dan atau Sulawesi Tenggara, tambang bauksit di Kalimantan Barat. Sisanya sebesar Rp 450 miliar akan dihabiskan untuk investasi rutin pada tambang nikel Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, dan tambang emas.