Belanja modal SMGR 2014 meningkat 66%-100%
Semen Indonesia (SMGR) mengalokasikan belanja modal Rp5-Rp6 triliun pada tahun depan, naik 66,66% hingga 100% dibandingkan dengan dana yang dianggarkan tahun ini sebesar Rp3 triliun. Perseroan berencana melakukan sejumlah ekspansi usaha seperti pembangunan pabrik serta meningkatkan kapasitas produksi pabrik. Sekitar Rp2 triliun disiapkan untuk pembangunan proyek pabrik semen di Rembang (Jawa Tengah) dan Padang (Sumatra Barat), pabrik pengemasan Rp500 miliar-Rp1 triliun, modal kerja Rp1 triliun, dan sejumlah pengembangan bisnis perseraon lainnya Rp1-Rp2 triliun. Jumlah dana tersebut masih belum termasuk rencana perseroan untuk ekspansi membangun pabrik baru di Myanmar senilai US$200 juta atau lebih dari Rp2 triliun. Dari kebutuhan capex tersebut, perseroan menyiapkan dana internal sekitar US$400 juta, sedangkan sisa kebutuhan dana lainnya akan disiapkan dari beberapa opsi mulai dari pinjaman perbankan, export credit agency (ECA), hingga penerbitan obligasi. r Hingga September 2013, Semen Indonesia (SMGR) telah menyerap belanja modal sekitar Rp2,5 trilihn, yang banyak digunakan untuk pengembangan proyek yang sudah ada sebelumnya, seperti pembangunan pabrik di Rembang, pembangunan pabrik packing plant, dan pengembangan sistem informasi teknologi. Perseroan mengincar volume penjualan dapat mencapai 5,6 juta pada kuartal IV/2013 untuk menggenapi target penjualan 24,75 juta ton hingga akhir tahun atau naik 10% YoY. Untuk mempertahankan kinerja keuangan secara positif, SMGR telah menaikkan harga jual sebesar 2%-3%. Kendati demikian, kenaikan harga jual tetap tidak dapat menjadi kompensasi meningkatnya biaya listrik dan bahan bakar. Guna menyiasatinya, SMGR melakukan efisiensi di setiap lini produksi guna mempertahankan margin laba bersih.