ERAA membukukan penjualan semester I 2012 naik 214,69% YoY
Kenaikan penjualan segmen telepon selular menjadi faktor pendorong pertumbuhan setelah mencatatkan pertumbuhan sebesar 265,85% pada semester I 2012. Akibatnya penjualan Erajaya Swasembada (ERAA) hampir mencapai Rp 6 triliun dari penjualan tahun 2011 yang sebesar Rp 1,64 triliun. Kenaikan ini terjadi karena kontribusi TAM (distributor BlackBerry) dan penambahan outlet secara agresif oleh perseroan. Total penjualan perseroan pada semester I 2012 mencapai Rp 6,41 triliun atau tumbuh solid 214,69% dibandingkan Rp 2,04 triliun di 2011. ERAA menyatakan di semester I 2012 perseroan telah mengamankan 60% target penjualan tahun 2012 yang sebesar Rp 10,7. Laba bersih sebesar Rp 212,14 miliar, naik dibandingkan Rp 66,96 miliar di semester I 2011. r Erajaya Swasembada (ERAA) mencatat realisasi penggunaan belanja modal (capex) hingga saat ini sebesar Rp 43 miliar. Perseroan menganggarkan capex tahun 2012 sebesar Rp 98 miiar. Belanja modal tersebut diantaranya untuk distribution centre, jaringan store, serta pengembangan gudang besar. Saat ini perseroan memiliki gudang penyimpanan yang terdapat di 3 titik. Setelah akuisisi dengan PT Teletama Artha Mandiri (TAM), akan dibuat hanya satu gudang agar lebih mudah. Dana yang dibutuhkan untuk memperbesar gudang hanya menjadi satu gudang sekitar Rp 30 miliar. Perseroan juga berencana merenovasi gedung atau kantor pusat yang baru, seiring dengan bertambahnya jumlah karyawan, sehingga meningkatkan efisiensi. r Erajaya Swasembada (ERAA) menyiapkan dana Rp 20 miliar yang akan digunakan untuk menambah 20 store (toko) tahun 2013 di luar Jawa. Penambahan dua store di Jabodetabek, selanjutnya, akan dibuka store lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Bali. r Erajaya Swasembada (ERAA) menyatakan bahwa kontribusi pendapatan perseroan dari hasil akuisisi “iBox” (retailer produk-produk Apple) mencapai 10% di tahun 2013 dibanding 5% pada tahun 2012. Akuisisi iBox bernilai USD 18 juta tersebut efektif per 1 Agustus 2012.