ESSA anggarkan capex 2013 sebesar USD 21 juta, salurkan US$100 juta ke anak usaha
Surya Esa Perkasa (ESSA) kembali menyalurkan modal US$100 juta ke anak usahanya, PT Panca Amara Utama (PAU) guna mendanai pembangunan pabrik amoniak di Sulawesi Tengah, menyusul US$32 juta yang dikucurkan tahun lalu. Dari US$100 juta tersebut, sebanyajk US$80 juta akan segera diberikan dan sisanya US$20 juta akan dicairkan pada 2014-2015. Di sisi lain, RUPST ESSA memutuskan untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2012 dan akan menggunakan laba bersih tersebut untuk pengembangan pabrik amoniak dan peningkatan kapasitas produksi LPG. Perseroan akan merealisasikan pengembangan kapsitas produksi LPG hingga 55% dari 120 ton per hari menjadi 185 ton per hari dengan belanja sekitar US$21 juta. r Anak usaha Surya Eka Perkasa (ESSA), Panca Amara Utama (PAU), akan melepas 20-25% saham pabrik amoniak ke perusahaan yang berbasis di Jepang. Hal ini bertujuan memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek itu. PAU tengah membangun pabrik amoniak berkapasitas 700 ribu MT senilai USD 750 juta. Pendanaan proyek itu berasal dari ekuitas dan pinjaman bank, dengan perincian USD 250 juta dan USD 500 juta. r Surya Esa Perkasa (ESSA) menganggarkan belanja modal tahun 2013 sebesar USD 21 juta untuk ekspansi produksi LPG. Perseroan bekerja sama dengan Eenerflex Limites dari Kanada. Dengan rencana tersebut akan meningkatkan kapasitas produksi 55% dari sebelumnya 120 ton per hari menjadi 185 ton per hari mulai kuartal III 2014. Rencana pengembangan ekspansi tersebut baru dalam tahap penandatanganan kontrak, saat ini baru tahap engineering dan keperluan equipment, rencananya pabrik akan selesai semester III 2014. Hingga kuartal III 2013 dana tersebut belum dipergunakan perseroan, karena pembangunan akan direalisasikan pada akhir tahun 2013. Sebesar USD 14 juta dari dana anggaran tersebut akan digunakan untuk pembelian alat-alat produksi dan sisanya USD 7 juta untuk instalasi.