JP Morgan (BK) - Indo Coal Mining Commentary - Recommend POSITIVE INDO COAL MINING - Recommend OVERW
Tambang Batubara Indonesia r JP Morgan (BK) percaya bahwa biaya denda dapat berpotensi mempengaruhi pendapatan bersih 4Q10 dan FY10 perusahaan batubara Indonesia. ITMG melaporkan biaya denda sebesar USD 10 juta pada 4Q10 mencapai 16% dari laba operasional 4Q10. Cuaca buruk telah mempengaruhi operasional tambang, sumber BK mengindikasikan bahwa kapal – kapal mengantri untuk pengiriman di pelabuhan – pelabuhan di Kalimantan. r Dampak biaya denda pengaruhnya berbeda – beda pada perusahaan – perusahaan batubara, dimana produsen di Kalimantan terpengaruh lebih besar dibandingkan produsen di Sumatera. BK percaya bahwa ITMG, ADRO dan BUMI terkena dampak yang paling besar, sementara bagi INDY dan PTBA dampaknya kecil. ADRO kemungkinan menanggung biaya denda sebesar USD 60 juta pada FY10E vs USD 18 juta (perkiraan) bagi BUMI dan USD 23.5 juta (aktual) bagi ITMG. INDY mengindikasikan bahwa biaya denda hanya mencapai USD 1 juta. r Bagi perusahaan yang terpengaruh, BK memperkirakan biaya denda akan menyebabkan pemangkasan 5% - 7% pada perkiraan pendapatan konsensus 4Q10. Untuk perhitungan FY10, perusahaan yang paling terpengaruh adalah ADRO (11%), diikuti ITMG (6%). r Cuaca buruk menyebabkan penurunan volume produksi pada 4Q10 dan kenaikan biaya, BK percaya perusahan batubara Indonesia akan mengumumkan laba yang lebih rendah dari perkiraan 4Q10. r BK menilai bahwa operasional mengalami perbaikan pada semua perusahaan batubara dan percaya mulai 2Q10, perusahaan batubara Indonesia akan melaporkan penguatan laba. Dengan demikian, BK mempertahankan pandangan positif terhadap perusahaan batubara Indonesia.