PTBA tingkatkan kapasitas angkutan menuju 60 juta ton, selesaikan studi kelayakan proyek hilir
Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) terus memperbesar kapasitas angkutan batu bara dengan mengembangkan empat jalur kereta api. Perseroan membidik total kapasitas distribusi mencapai 60 juta ton pada 2022. Ada proyek dua jalur terdekat yang diharapkan dapat diselesaikan dan beroperasi pada 2019. Pertama, pengembangan jalur kereta api ke Dermaga Kertapati, Palembang, yang ditargetkan selesai pada semester II-2019. Selesainya proyek tersebut akan meningkatkan kapasitas angkut dari 3,7 juta ton menjadi 5 juta ton. Kedua, peningkatan kapasitas angkut jalur kereta api ke Tarahan I, Lampung Selatan. Proyek yang ditargetkan selesai pada akhir 2019 atau awal 2020 itu akan meningkatkan kapasitas distribusi batu bara dari 20 juta ton menjadi 25 juta ton. Selain itu, PTBA ini juga menggarap dua proyek lain. Proyek tersebut yaitu penambahan kapasitas angkut ke Tarahan II dari 25 juta ton menjadi 45 juta ton yang diharapkan selesai pada 2022 dan pengembangan jalur baru ke Prajen, Sumatra Selatan, dengan kapasitas angkut 10 juta ton dan ditargetkan selesai pada 2022. Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) berupaya menyelesaikan studi kelayakan (FS) dua proyek hilir, yakni proyek gasifikasi di Tanjung Enim, Sumatera Selatan dan Peranap, Riau, pada semester I-2019. Untuk FS proyek gasifikasi di Tanjung Enim diprediksi selesai Maret 2019, sedangkan FS proyek di Peranap ditargetkan selesai pada Juni 2019. Sementara itu pada 2019, perseroan akan meningkatkan produksi batubara di kisaran 10-15% YoY.