Back
TLKM - Telekomunikasi Indonesia (Persero)

TLKM cari pinjaman Rp11 triliun

22 December 2014

Kebutuhan belanja modal tahun depan yang mencapai Rp22 triliun, membuat Telekomunikasi Indonesia (TLKM) harus mencari pinjaman hingga Rp11 triliun. Perseroan akan memenuhi kebutuhan dana itu baik dari utang bank, obligasi, maupun global bond. Jumlah pinjaman akan bergantung pada rasio pembayaran dividen yang ditetapkan pemegang sham pada tahun buku 2014. Perseroan akan mencari pinjaman dana berdenominasi dolar Amerika Serikat dan rupiah yang mayoritas diambil dari perbankan dalam negeri. Sesuai dengan ketentuan Kementerian BUMN, TLKM akan menerbitkan surat utang global maksimum 20% dari total kebutuhan pinjaman guna meminimalisasi risiko valas dan fluktuasi kurs rupiah. Ruang pinjaman TLKM masih cukup besar jika dibandingkan dengan rasio utang terhadap pendanaan (debt to equity ratio/DER) industri telekomunikasi. DER TLKM mencapai 35% dibandingkan rerata industri yang berada di atas 60%. Kebutuhan belanja modal tersebut diperkirakan mencapai 20%-25% dari total pendapatan. Sebanyak 60% capex akan digunakan untuk pengembangan jaringan selular khususnya 4G-LTE. Di sisi lain, perseroan menargetkan pendapatan tahun depan dapat tumbuh 20% YoY.

Related Research

Telecommunication & Tower
TLKM - Seeking holy grail of telco industry
Devi Harjoto 25 July 2022 See Detail
Telecommunication & Tower
TLKM - FMC drives 4Q rebound, 2026F margins strengthen
Steven Gunawan 15 December 2025 See Detail
Telecommunication & Tower
TLKM - Lower ‘25 forecast, but B2B momentum remains intact
Steven Gunawan 05 May 2025 See Detail