TLKM siap galang dana Rp 15 triliun, gandeng mitra asing
Telekomunikasi Indonesia (TLKM) berencana menggalang dana hingga Rp 15 triliun tahun ini. Perseroan akan menjajaki pinjaman sekitar Rp 5-10 triliun dan obligasi senilai Rp 5 triliun. TLKM akan mencari pinjaman kepada tiga bank BUMN. Kredit tersebut akan digunakan untuk kebutuhan modal kerja, termasuk pemeliharaan jaringan BTS, serta pengadaan kartu SIM anak usaha, Telkomsel. Pinjaman modal kerja ini tidak termasuk untuk pendanaan belanja modal. Pada Mei-Juni tahun ini, TLKM berencana menerbitkan sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) I tahap II senilai Rp 5 triliun pada 2016. Hasil penerbitan obligasi untuk ekspansi, termasuk untuk pembayaran pengadaan satelit yang dicicil. Perseroan menargetkan pendapatan tumbuh di atas industri telekomunikasi yang sekitar 9-10% tahun ini. Dalam periode akhir Desember 2015 hingga Januari ini, Telekomunikasi Indonesia (TLKM) sedikitnya telah menggandeng dua mitra asing dalam rencana ekspansinya. Minggu lalu, perseroan melalui anak usahanya di Singapura, Telekomunikasi Indonesia International Pte Ltd (Telin Singapore) resmi menggandeng perusahaan data center asal Swiss, Green Datacenter AG. Telin Singapore dan Green akan menawarkan jasa colocation data center di Swiss. Kerja sama tersebut diharapkan dapat membuka akses langsung data center yang dimiliki Green ke jalur Asia Tenggara dan Eropa.