Back
Property & Real Estate

LPKR - Solidnya kinerja tiap segmen yang mendukung target kedepannya

Winny Rahardja 20 April 2022

 Realisasi marketing sales LPKR 2021 sebesar 18,2% diatas target 

 Development revenue dan recurring income menopang kenaikan total pendapatan 

 Kami memberikan rekomendasi BUY dengan target harga Rp150/saham seiring pencapaianprapenjualan yang baik dan solidnya bisnis kesehatan 

LPKR bukukan marketing sales 2021 Rp4,96 triliun Marketing sales LPKR meningkat 85,9% YoY menjadi Rp4,96 triliun sepanjang 2021, sebesar 18,2%diatas target yang telah direvisi naik menjadi Rp4,2 triliun. Pencapaian tersebut didukung olehrealisasi marketing sales pada 4Q21 yang meningkat 174% YoY mencapai Rp1,08 triliun, yangmayoritas (63%) ditopang oleh kesuksesan penjualan kluster rumah tapak terbaru yakni CendanaCove sebanyak 286 unit. Tingginya angka penyerapan akan produk dengan harga terjangkau jugatercermin dari kesuksesan penjualan proyek ruko Hive Cluster di Lippo Village dimana hanya dalamwaktu empat jam telah habis terjual sebanyak 91 unit. Disamping itu, proyek high rise jugamenunjukkan performa yang baik, tercermin dari kenaikan penjualan apartemen Holland Villagesebesar 60% YoY pada 4Q21. Di sisi lain, pada 4Q21, perseroan juga melakukan penjualan kavlingtanah ke RSUS Siloam sebesar Rp125 miliar dan lahan industri senilai Rp71 miliar. LPKR bukukan rugi bersih 2021 Rp1,6 triliun Pendapatan bersih LPKR meningkat 36,3% YoY menjadi Rp16,1 triliun sepanjang tahun 2021. GPMperseroan meningkat dari 35,0% pada 2020 menjadi 44,5% pada 2021 seiring kenaikan pendapatan. OPM juga meningkat dari 0,5% pada 2020 menjadi 6,9% pada 2021 yang turut didukung olehturunnya rasio beban umum dan administrasi terhadap penjualan menjadi 23,2% dari 28,9% seiringmelemahnya beban penyusutan sebesar 22,0% YoY. Adapun pada 2021 perseroan mengalami kenaikan beban bunga sebesar 33,3% YoY menjadi Rp2,6 triliun. Namun, kenaikan tersebut dikompensasi oleh penurunan rugi selisih kurs sebesar 80,3% YoY menjadi Rp165 miliar danmeningkatnya laba atas kombinasi bisnis hingga hampir 14x YoY menjadi sebesar Rp778 miliar. Untukitu, rugi bersih LPKR turun dari Rp8,9 triliun pada 2020 menjadi Rp1,6 triliun pada 2021. Development revenue dan recurring income meningkat 35,5% YoY dan 39,1% YoY Kenaikan pendapatan LPKR sepanjang 2021 ditopang oleh peningkatan development revenue danrecurring income masing-masing sebesar 35,5% YoY dan 39,1% YoY menjadi Rp4,4 triliun dan Rp12,1triliun. Naiknya development revenue ditopang oleh selesainya proyek residensial Waterfront Estates di Cikarang dan Cendana Homes di Lippo Village, serta serah terima unit apartemen di EmbarcaderoBintaro, Orang County Cikarang, serta Hillcrest dan Fairview Towers di Lippo Village. Sementarakenaikan recurring ditopang oleh semakin pulihnya pendapatan segmen rumah sakit yangmembukukan pertumbuhan sebesar 32,0% YoY menjadi Rp9,4 triliun pada 2021 yang didukung olehmeningkatnya kunjungan ke rumah sakit baik rawat jalan maupun rawat inap. Kontribusi recurringincome terhadap total pendapatan meningkat dari 72,8% pada 2020 menjadi 73,3% pada 2021. Kami memberikan rekomendasi BUY dengan target harga Rp150/saham LPKR diuntungkan oleh posisinya yang memiliki porsi recurring income relatif tinggi dalam kisaran70% terhadap total pendapatan. Bisnis Rumah Sakit yang menjadi kontributor utama terus mengalami perbaikan seiring dengan meningkatnya jumlah kunjungan pasien rawat jalan dan rawat inap. Disamping itu, membaiknya angka pandemi Covid-19 juga memberikan dampak positif bagi pusat perbelanjaan dan hotel perseroan. Kondisi ini dapat mengkompensasi target pertumbuhanmarketing sales LPKR yang relatif moderat pada tahun 2022 seiring daya beli masyarakat yang belumpulih. Di tahun ini, perseroan menargetkan prapenjualan meningkat 5% YoY menjadi Rp5,2 triliunyang akan ditopang oleh peluncuran produk residensial dengan harga yang terjangkau, perluasanpenetrasi pasar ke segmen dengan pendapatan yang lebih tinggi dan produk apartemen untuksegmen menengah atas serta peningkatan permintaan unit-unit apartemen siap huni. Di sisi lain, kami juga mempertimbangkan tingginya beban bunga LPKR yang menjadi faktor pelemahan atas botom line perseraon. Untuk itu, kami tetap mempertahankan rekomendasi BUY untuk LPKR namunmenurunkan target harga dari Rp175/saham menjadi Rp150/saham.

Download

Related Article

LPKR - Lippo Karawaci
LPKR bukukan penjualan naik menjadi Rp 2,4 triliun
See Detail
LPKR - Lippo Karawaci
KKGI tingkatkan belanja modal 2012
See Detail
LPKR - Lippo Karawaci
First REIT berencana untuk mengakuisisi The Mochtar Riady Compre...
See Detail