BDMN laba bersih 1Q2014 turun 16% jadi Rp 875 miliar, rencanakan dividen 30%
Hingga kuartal I 2014 Bank Danamon (BDMN) membukukan laba bersih sebesar Rp 875 miliar atau turun 16% YoY yang mencapai Rp 1,005 triliun. Sementara rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) membaik menjadi 94,1%. Pertumbuhan kredit di kuartal I 2014 sebesar 16% menjadi Rp 136 triliun dan total pendanaan yang naik sebesar 22% YoY menjadi Rp 139 triliun. Per Maret 2014, kredit mass market tumbuh 6% YoY menjadi Rp 70,4 triliun. Kredit non mass market yang terdiri dari kredit ke segmen usaha kecil dan menengah (UKM), komersial dan whosale, membukukan pertumbuhan sebesar 27% YoY menjadi Rp 65,5 triliun. Pertumbuhan kredit per segmen usaha, kredit terhadap segmen UKM tumbuh 15% menjadi Rp 21,3 triliun, sementara kredit segmen usaha mikro melalui DSP tumbuh 4% menjadi Rp 20 triliun dari periode sama tahun lalu. Secara keseluruhan, kredit Danamon kepada segmen usaha UMKM tumbuh sebesar 9% menjadi Rp 41,4 triliun atau 30% dari total kredit Danamon. Kredit ke segmen komersial tumbuh 29% YoY menjadi Rp 16,3 triliun, kredit segmen whosale tumbuh 46% menjadi Rp 18,6 triliun. Sementara kredit kendaraan bermotor melalui Adira Finance mencapai Rp 48,5 triliun atau naik 8% YoY. r Bank Danamon Indonesia (BDMN) berencana untuk mempertahankan besaran dividen payout ratio sebesar 30% pada 2014. Namun, besaran dividen tersebut masih harus memperoleh persetujuan dalam RUPST pada 7 Mei 2014. Dengan dividen tersebut, posisi CAR akan sekitar 18%.