CIMB (YU) Recommend OUTPERFORM SCMA - TP 9500
Musim Buruk di … r CIMB (YU) telah menuliskan keprihatinannya sebelumnya berkaitan dengan penurunan angka jumlah pemirsa yang perlu ditahan. Pembahasan mengenai masalah belakangan ini menunjukkan bahwa manajemen akhirnya mengambil langkah pencegahan. Tapi CIMB (YU) khawatir sebuah pukulan pada pendapatan akan terjadi sebelum kondisi membaik. r CIMB (YU) mempertahankan perhitungan konservatifnya dan target harga DCF untuk saat ini (WACC 13,5%). Pada 15,3x FY12 P/E, saham saat ini menjadi terlihat lebih menarik daripada 21x MNCN. Dividend yield 6% juga lebih unggul 18% daripada MNCN. Inilah beberapa faktor yang menyebabkan CIMB (YU) tidak mengganti penilaian Outperform. r Marjin at cost: sebuah guncangan awal musim? SCMA memiliki rekor terkenal pada kenaikan pendapatannya yang tinggi ditambah juga dengan kenaikan biaya yang sedikit, yang menghasilkan ekspansi marjin yang menakjubkan sebanyak 23% poin selama 8 kuartal terakhir. CIMB (YU) masih memiliki keprihatinan untuk 2H11 mengenai penurunan angka jumlah pemirsa yang dapat dikatakan bukanlah suatu hal yang baik. Sementara manajemen sudah mencoba untuk menahan penurunan angka tersebut dengan cara membuat beberapa hits terbaru dan program baru yang menjanjikan (dengan budget yang lebih besar), dan menurut CIMB (YU) hal ini sepertinya terasa sedikit terlambat untuk menyelamatkan dampak yang merugikan bagi penjualan dalam jangka pendek. r Pasar mendukung; track record terbukti Meskipun begitu, SCMA mungkin dapat lepas dari kerugian yang sifatnya kecil, karena masih tersedia banyak slot iklan di lingkungan kompetisi yang menguntungkan ini dan sektor konsumen pun sedang booming di pasar TV-centric. Kenaikan peringkat tidak beda jauh, memperlihatkan suatu kemajuan. Pengalaman dan track record manajemen mungkin dapat berguna untuk menahan angka penurunan jumlah pemirsa. r Nilai naik Turun 13% dari puncaknya, valuasi masih atraktif memberikan 5% yield dan pertumbuhan pendapatan 14%. Sinergi dari akuisisi Indosiar (IDKM IJ) Juni lalu mungkin dapat dijadikan faktor pendorong dan akan membuahkan hasil di 2H12. Corporate vernance yang relatif lebih baik dan neraca yang baik tentu ke depannya dapat memberikan keuntungan lebih lagi bagi investor sehingga SCMA tetap menjadi proxy yang lebih baik di sektor media.